.

Proses Komunikasi antara Pengirim dan Penerima Pesan SWIFT (SWIFT Message)

Tuesday, June 11, 2013



SWIFT memiliki proses dalam pengiriman berita dari bank pengirim (sender) sampai dengan diterimanya berita tersebut oleh bank penerima (receiver). Seperti apakah prosesnya ?


Berita yang dikirim oleh bank pengirim (sender) ke SWIFT disebut input message, karena berita tersebut merupakan berita yang masuk ke SWIFT . Oleh SWIFT , berita diproses dengan cara diperiksa (validation checking), diberi nomor urut penerimaan yaitu ISN (Input Sequence Number) yang unik (Unique Referencing) – artinya tiap bank mempunyai nomor urut sendiri, dan kemudian berita disimpan (Message storage).

Setelah menerima berita tersebut, SWIFT akan mengirimkan ACK (Acknowledgement) yaitu tanda terima oleh SWIFT bahwa message telah diterima dari pengirim (sender). Berita tersebut akan diteruskan oleh SWIFT ke bank penerima (Receiver) yang merupakan output message bagi bank penerima (Receiver). Bank penerima akan mengirimkan UAK (user Acknowledgement) sebagai tanda bahwa message tersebut telah diterima dengan baik.


Setiap Bank pengguna SWIFT menerima laporan dari SWIFT mengenai berita – berita yang belum dapat terkirim ke Bank yang dituju sampai dengan pukul 01.00 GMT atau waktu 08.00  WIB berupa MT 082 (Undelivered Message Report at Fixed Hour). Adapun penyebab dari belum terkirimnya berita disebabkan beberapa factor diantaranya : perbedaan waktu antara bank pengirim dan bank penerima, hari libur di bank penerima, atau bank penerima belum membuka hubungan ke SWIFT (login & select)


Kategori-kategori Pesan (Message Categories)

Message type SWIFT terdiri dari 2 jenis, yaitu user to user message (kategori 1-9) yakni message yang ditukarkan antara anggota SWIFT , misalnya MT103 dan MT202. Dan, System Message (kategori 0) yaitu message yang ditujukan dan dikirim oleh anggota SWIFT ke SWIFT system atau sebaliknya, misalnya MT082, MT094, dan Lainnya.

SWIFT juga menyediakan Common Group message yang dapat digunakan untuk keperluan tertentu yaitu : N90 (Advice of charges, interest and other adjustment); N91 (Request for payment of charges,interest and other expenses); N92 (Request for cancellation); N95 (Queries); N96 (Answers); dan N99 (Free Format). Dalam hal ini “N” digantikan dengan category number (1- 9), dengan demikian misalnya kita ingin mengirimkan berita query ke bank koresponden tentang suatu payment transfer, maka kita menggunakan MT195 atau MT795 apabila query tersebut berhubungan dengan transaksi Trade Service .

Guna memudahkan anggota untuk mengidentifikasi suatu berita, SWIFT menyediakan 10 kategori berita yang harus ditaati penggunaannya oleh anggota sehingga berita yang dikirim ke bank koresponden dapat diproses secara STP (Straight Through Processing). Dengan demikian apabila bank menerima berita dengan Message Category yang tidak sesuai, bank berhak untuk menolak berita tersebut dan menyampaikan kepada pihak pengirim agar mengirim ulang berita tersebut dengan kategori berita yang sesuai dengan yang disepakati atau dimaksud sebelumnya.

Apakah SWIFT itu ?


Tiap negara mempunyai ratusan bahkan ribuan bank dengan infrastruktur dan suprastruktur berbeda. Lalu, bagaimana cara mereka  berhubungan satu sama lain melampaui perbedaan karakteristik negara, waktu, bahasa, teknis, dan teknologi ? Jawabannya adalah SWIFT.

SWIFT – kependekan dari Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication.

SWIFT merupakan sebuah lembaga non-profit yang menyelenggarakan jaringan telekomunikasi online antar para anggotanya. Berdiri sejak 1 Mei 1973 dan berkantor pusat di Belgia, kini SWIFT memiliki anggota sebanyak 518 bank/lembaga keuangan dari 22 negara dengan total volume message mencapai 4 milyar per tahun.

SWIFT memungkinkan penggunanya dapat bertukar informasi keuangan yang telah distandarisasi secara aman dan terpercaya, sehingga dapat menurunkan biaya, mengurangi risiko operasional dan meningkatkan efisiensi operasional. Semua anggota menggunakan sarana telekomunikasi online via sistem SWIFT dengan cakupan ke seluruh dunia sebagai alternatif penggunaan sarana komunikasi dengan telex. Ya, zaman memang berubah. Sarana telex kini sudah tidak populer lagi. Ini karena telex memiliki kelemahan, yaitu proses autentikasi (validasi keabsahan) yang dilakukan secara manual dengan kode testkey. Sedangkan dengan SWIFT, proses autentikasi dilakukan secara otomatis.


Lembaga Penyelenggara Komunikasi Keuangan Global

Penyelenggaraan jaringan hubungan telekomunikasi ini digunakan para anggota SWIFT untuk pengiriman dan penerimaan berita finansial maupun non finansial dengan menggunakan aturan tertentu dan standar berita/ message yang seragam di antara anggota.

SWIFT didirikan tahun 1973 oleh beberapa bank untuk menciptakan jaringan berskala internasional dan menggunakan standard yang disepakati untuk melakukan transaksi keuangan dunia. Operating centre yang pertama dibuka pada tahun 1976 dan SWIFT mulai beroperasi pada tahun 1977.

SWIFT memperluas jangkauannya ke Amerika Serikat pada tahun 1979 dan ke Asia pada tahun 1980. Saat ini SWIFT merupakan jantung industri keuangan, menangani lebih dari 4 milyar message per tahun. SWIFT berkantor pusat di Belgia dan memiliki perwakilan di beberapa kota pusat keuangan dunia. SWIFT hanya bertindak sebagai pengantar berita dan tidak mengelola rekening nasabah atau menyimpan data keuangan nasabah secara berkala.

SWIFT merupakan lembaga koperasi dibawah hukum Belgia yang sahamnya dimiliki oleh para anggota SWIFT. Para anggota sebagai pemegang saham memilih Board yang terdiri dari 25 direktur independen yang bertugas mengelola dan mengawasi manajemen organisasi. SWIFT dikelola oleh Executive Committee yang dipimpin oleh Chief Executive Officer. Board dan SWIFT Executive bekerja bersama dengan National Member Groups, User Groups dan Working Groups mengembangkan kebijakan dan mendiskusikan produk, layanan dan standard message.

National User Groups

National User Group adalah asosiasi yang beranggotakan pengguna SWIFT dalam suatu negara yang dibentuk sebagai sarana komunikasi antar anggota untuk mendiskusikan permasalahan operasional SWIFT sehari-hari. Para anggota secara berkala mengadakan forum untuk berkoordinasi dan melakukan sharing.

Tugas utama National User Group adalah menyediakan sarana untuk SWIFT agar lebih mudah mengkomunikasikan SWIFT updates kepada anggota tanpa harus bertemu dengan anggota satu persatu. National User Group di Indonesia bernama Asosiasi SWIFT Indonesia yang saat ini beranggotakan 62 bank di Indnesia yang terdiri dari bank nasional, bank daerah dan perwakilan bank asing. Bank Mandiri terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi SWIFT Indonesia untuk dua kali periode, yaitu 2005-2008 dan 2008-2011.

Dibandingkan dengan sarana komunikasi konvensional seperti telex dan surat, SWIFT memiliki keuntungan lebih dalam pengiriman berita finansial. 

Apa saja keuntungannya? Pertama kali beroperasi tahun 1977, SWIFT mempunyai tujuan menyediakan sarana komunikasi berskala internasional bagi sesama anggota yang terdiri dari perbankan dan lembaga keuangan untuk saling berkirim berita finansial secara cepat, aman, efisien, dan terstandarisir.

Adapun keuntungan menggunakan sarana SWIFT diantaranya adalah standarisasi format dan kategori berita dan adanya pengecekan keabsahan user SWIFT. Selain itu, SWIFT pun menyediakan layanan penggunaan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tak hanya itu, tersedia pula message storage dan Customer Service Centre serta aman karena adanya data encryption, RMA (Relationship Management Application) dan login select. Menariknya lagi, prosesnya hanya memerlukan waktu 20 detik untuk pengiriman berita. Sejak berdiri jumlah anggota
SWIFT adalah 518 bank/ lembaga keuangan dari 22 negara. Sebagai bahan perbandingan pada tahun 2010, jumlah anggota telah berkembang pesat dan saat ini telah mencapai jumlah 9.424 bank/ lembaga keuangan dari total 209 negara

Bank Identity Code (BIC)


Bank Identity Code (BIC) (juga dikenal SWIFT ID atau kode SWIFT) adalah kode identifikasi unik yang membedakan antara bank yang satu dengan yang lainnya. Kode ini digunakan ketika  melakukan pertukaran financial messages antar bank.

Kode SWIFT terdiri dari 8 atau 11 karakter, yang terbagi menjadi:
  • 4 karakter pertama : kode bank (hanya huruf)
  • 2 karakter : kode negara (hanya huruf)
  • 2 karakter – kode lokasi (bisa huruf dan/atau angka)
  • 3 karakter – kode cabang, opsional ( ‘XXX’ untuk kantor utama) (bisa huruf dan/atau angka)
Berikut contoh kode SWIFT:

Bank BCA Cabang=> CENAIDJAXXX
Keterangan:
CENA => Kode bank BCA (4 huruf)
ID => Kode negara (Indonesia/ 2 huruf)
JA => Kode kota lokasi kantor pusat (Jakarta/ 2 huruf)
XXX => Kode cabang utama Jakarta

Bank BNI Cabang Yogyakarta => BNINIDJAYGY
Keterangan:
BNIN=> Kode bank BNI (4 huruf)
ID => Kode negara (Indonesia/ 2 huruf)
JA => Kode kota lokasi kantor pusat (Jakarta/ 2 huruf)
YGY => Kode cabang (Yogyakarta)

Demikian mengenai Bank Identity Code (BIC), semoga bermanfaat.

Real Time Gross Settlement (RTGS) - Kecepatan dan Keamanan Transfer Secara Elektronik





Salah satu jasa bank yang sering dimanfaatkan oleh nasabah adalah transfer dana, baik antar rekening di Bank yang sama maupun transfer antar Bank. Real Time Gross Settlement (RTGS) kebutuhan perbankan dan masyarakat akan sistem pembayaran yang lebih cepat, efisien dan aman pada system pembayaran dan untuk menurunkan risiko dalam sistem pembayaran, Bank Indonesia telah mengembangkansuatu sistem settlement berbasis gross dengan koneksi elektronik online yang dikenal dengan sistem Bank Indonesia Real-Time Gross Settlement (BI-RTGS).


Sebelum diperkenalkannya RTGS, metode transfer antar bank menggunakan metode Net Settlement System (NSS) yang digunakan pada system kliring yaitu penyelesaian transaksi pada akhir suatu periode. Dengan metode ini, proses transfer akan memakan waktu bahkan dapat lebih dari satu hari.

Hal ini tentu tidak menguntungkan pelaku bisnis yang memegang prinsip time is money. RTGS mulai diperkenalkan pada 17 November 2000. Sistem RTGS adalah sistem settlement yang merupakan sistem kliring sentral tercanggih di dunia. Indonesia adalah negara ke delapan di Asia Pasifik yang menerapkan Real Time Gross Settlement (RTGS) setelah Thailand, Hongkong, Singapura, Australia, Malaysia, Selandia Baru dan Korea.